Joker anti asuransi
sumber gambar Petrus Jakub

Seseorang yang menakut-menakuti temannya, sahabatnya dan kerabatnya untuk tidak mengikuti program asuransi (anti asuransi) layak disebut juga sebagai Joker.

Joker adalah musuh Batman yang memiliki motif tidak jelas dari perbuatan jahat yang dilakukannya.

Sama halnya seperti menakuti masyarakat untuk anti asuransi, sedangkan masyarakat butuh adanya solusi yaitu asuransi.

Banyak komentar kaskuser yang anti asuransi, salah satu diantarnya berkomentar:

“Ngak penting gan mending diputer sendiri duitnya, lagian masih abu-abu alias ada yang bilang haram ada yang bilang halal. Kalo agan muslim mending ngak usah dah…kan sedekah menjauhkan kita dari marabahaya”

Komentar tersebut ditidaklah salah, karena baru mendegar katanya-katanya dan belum mempelajari secara detail hallalnya asuransi syariah.

Bukankah asuransi syariah juga bagian dari sedekah karena karakterisitik asuransi syariah yang saling tolong menolong diantara pesertanya.

Kalau memutar duit sendiri, apakah cukup untuk membayar resiko kehidupan yang terjadi?

Seperti mahalnya pengobatan penyakit kritis.

Anti asuransi mungkin hanya ada di Indonesia, kata Donny A. Wiguna.

Beliau telah mengalaminya, ketika seorang Bapak mengangkat tangan dan menolak mendengar apapun tentang asuransi jiwa. Dan itu dimulai dari sebuah pertanyaan “Apakah kita butuh asuransi?” yang dijawab, “belum tentu.”

Pendapat tersebut juga benar, belum tentu kita butuh asuransi, mengapa?

Karena badan kita masih merasa sehat dan belum sakit sehingga tidak butuh adanya asuransi.

Coba seandainya yang berpendapat demikian dalam keadaan terkapar di rumah sakit dan membutuhkan banyak biaya untuk pengobatan sakitnya, pastilah mencari agen asuransi untuk dibukakan polis asuransi seperti pada gambar Joker diatas.

Saya berpendapat bahwa asuransi bukan untuk orang-orang yang curang yang ingin mencari keuntungan, disaat membutuhkan biaya pengobatan rumah sakit barulah membuka polis asuransi untuk menggantikan semua biaya perawatannya.

Oh tidak bisa,

Asuransi hanya untuk orang-orang yang adil, perduli untuk diri sendiri dan berbagi terhadap orang lain.

Berbagi perduli terhadap orang lain yang maksud tidak menjadikan beban ekonomi terhadap anak dan istri apabila terjadi resiko kehidupan.

Sebanyak apapun asset orang kaya tidak akan rela menjual assetnya untuk biaya pengobatan rumah sakit, kalau bisa asuransi yang membayar kenapa tidak?

https://asuransi-syariah.com/alasan-orang-kaya-membeli-uang-pertangunggan-jiwa-dalam-jumlah-besar/

Adakah Solusi Selain Asuransi?

Ada, solusi lain dari asuransi yaitu:

  • Menjadi lembaga asuransi untuk diri sendiri (self insurance).

Pastikan Anda mempunyai dana darurat yang cukup dalam bentuk tabungan untuk menghadapi biaya-biaya yang timbul akibat resiko kehidupan.

  • Memiliki banyak asset.

Pastikan Anda mempunyai asset yang mudah dicairkan (liquid) seperti emas logam mulia, sehingga sesuatu saat membutuhkan biaya tagihan dapat Anda gadaikan secara cepat dipegadaian.

Jangan lupa untuk menebusnya kembali setelah sembuh.

  • Donasi (sumbangan).

Pastikan memiliki banyak teman untuk memberikan sumbangan kepada Anda, untuk menutupi sebagian tagihan rumah sakit dan untuk menutupi kekuragannya baca kembali point satu dan dua.

Jika ke tiga point tersebut diatas tidak Anda miliki, asuransi adalah solusinya.

Jangan pelit dengan diri sendiri, gunakan asuransi.

Kalau kata alamrhum Julia Perez,

“Jangan Pelit Terhadap Diri Sendiri, Gunakanlah Asuransi”

Memang berapa sih premi asuransi?

Premi asuransi itu murah kok mulai dari Rp. 300 ribuan juga ada, yang mahal itu adalah bentuk kesadaran berasuransi.

Nga percaya kalau asuransi itu murah, buktikan dengan mengisi form berminat.

Data 85 % pasien penyakit kritis bangkrut

Tidak ada sejarahnya orang yang bangkrut membayar premi asuransi, tapi banyak faktanya orang yang bangkrut tanpa adanya asuransi.

Ya itu tadi, self insurance menjadi lembaga asuransi untuk diri sendiri dan pada akhirnya bangkrut sendiri.

Nga mau dibilang pelit!

Nga mau bangkrut?

Ayo berasuransi.

Kesimpulan

Joker itu orang yang baik

Jangan mau takut-takuti oleh Joker untuk anti asuransi.

Memangnya Joker mau bantu berapa untuk biaya pengobatan mu?

Joker hanya mengucapkan GWS (semoga lekas sembuh) ya,,,

Sejahat-jahatnya tokoh Joker pada film Batman masih ada sisi baiknya yaitu mendoakan kesembuhan walaupun tidak meringan biaya pengobatan.

Leave a comment

Minimum 4 characters

Gratis ilustrasi!